Formulasi Sabun Mandi Cair Dari Ekstrak Etanol Temu Giring (Curcuma heyneana) Dengan Cocamidopropyl Betain Konsentrasi 1,6% Dan 3,2%

Sulistiorini Indriaty, Deni Firmansyah, Putri Sabhika Imany

Sari


Temu giring (Curcuma heyneana) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 1%.Temu giring juga banyak digunakan untuk menghaluskan kulit.Penambahan surfaktan yaitu cocamidopropyl betain dapat memberikan stabilitas busa yang baik pada sabun mandi cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol temu giring dapat diformulasikan ke dalam sediaan sabun mandi cair dan bagaimana stabilitas sabun dengan menggunakan cocamidopropyl betain konsentrasi 1,6% dan 3,2%. Sabun mandi cair dibuat dalam 2 formula yaitu formula I dengan cocamidopropyl betain konsentrasi 1,6% dan formula II dengancocamidopropyl betain konsentrasi 3,2%. Uji stabilitas dilakukan dengan metode manipulasi suhu yaitu pada suhu ±4°C, ±25°C, dan ±40°C.Pengujian sabun mandi cair meliputi organoleptik, pH, uji homogenitas, uji tinggi dan kestabilan busa. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol temu giring dapat dibuat menjadi sediaan sabun mandi cair, ke-2 formula stabil pada penyimpanan suhu ±4°C dan ±25°C, tetapi tidak stabil dalam penyimpanan pada suhu ±40°C, stabilitas busa formula I pada hari k-28 pada ketiga suhu penyimpanan berkisar antara 80% - 100%, dan stabilitas busa formula II pada hari ke-0 hingga hari ke-28 pada ketiga suhu penyimpanan berkisar antara 72% - 100%. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan ekstrak etanol temu giring dapat dibuat menjadi sediaan sabun mandi cair. Sediaan sabun mandi cair untuk ke-4 Formula stabil pada penyimpanan suhu ±4°C dan ±25°C, tetapi tidak stabil pada penyimpanan suhu ±40°C dengan karakter formula 1 dan 2 bentuknya semi padat, warna kuning pucat, bau oleum citri dan pH 10 dan stabilitas busa antara 70-100%.
Kata kunci: Sabun mandi cair, ekstrak etanol temu giring, uji stabilitas, cocamidopropyl betain

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Agustini, T. T., Arifin, H. dan Hanif, A. M. (2016) Perbandingan Dosis Warfarin terhadap Durasi Tercapainya Target INR pada Pasien CHF dengan Fibrilasi Atrial, Jurnal Sains Farmasi dan Klinis, 2(2): 162–170.

Departement of Health (2016) Guidelines for Warfarin Management in the Community, Queensland Health and the Royal Flying Doctor Service Queensland Section, State of Queensland.

Depkes (2006) Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner. Departemen Kesehatan, Jakarta.

Kemenkes (2013) Riset Kesehatan Dasar 2013, RISKESDAS 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta: 90–93.

Kernan, W. N., Ovbiagele, B., Black, H. R., Bravata, D. M., Chimowitz, M. I., Ezekowitz, M. D., Fang, M. C., Fisher, M.., Furie, K. L., Heck, D. V., Johnston, S. C. C.., Kasner, S. E., Kittner, S. J., Mitchell, P. H., Rich, M. W., Richardson, D.., Schwamm, L. H. dan Wilson, J. A. (2014) AHA / ASA Guideline Guidelines for the Prevention of Stroke in Patients With Stroke and Transient Ischemic Attack.

Levine, M. N., Raskob, G., Beyth, R. J., Kearon, C. dan Schulman, Sam (2004) Hemorrhagic Complications of Anticoagulant Treatment : The Seventh ACCP Conference on Antithrombotic and Thrombolytic Therapy Hemorrhagic Complications of Anticoagulant Treatment The Seventh ACCP Conference on Antithrombotic and Thrombolytic, Chest Journal, 126: 287–310.

Maulidta (2015) Gambaran Karakteristik Pasien CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang,”Mutiara Medika, 15: 54–58.

Pagano, M. B., Chandler, W. L. dan Sam, C. M. E. (2012) Bleeding Risks and Response to Therapy in Patients With INR Higher Than 9, Am J Pathol, 138: 546–550.

Pertiwi, D. (2017) Evaluasi Penggunaan Warfarin Oral Dengan Penentuan frekuensi Pemeriksaan dan Nilai Iternational Normalized Ratio (INR) Pada Pasien Jantung di Pusat Jantung Terpadu RSUP H. Adam Malik. Universitas Sumatera Utara, Sumatra Utara.

Rustika dan Oemiati, R. (2014) Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Obesitas Di Kelirahan Kebon Kelapa, Bogor (Baseline Studi Kohor Faktor Risiko PTM), Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 1: 385–393.

Smeltzer, S. C. dan Bare, B. G. (2002) Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. 8 ed. Diedit oleh M. Ester dan E. Pangabean. EGC, Jakarta.

Sumina, R. R. (2013) Angka Kematian Operasi Jantung RSUP Dr Kariadi Semarang Periode Januari 2011-Januari 2013, Jurnal Media Medika Muda.

Syahputra, A. dan Yuniadi, Y. (2010) Terapi Anti-Koagulan Pada Pasien Pasca Bedah Katup, Jurnal kardiologi Indonesia, 31(2): 118–125.

World Health Organization (WHO) (2018) WHO 2016. Tersedia pada: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death (Diakses: 9 September 2018).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.